Orang Sukses

Percaya boleh tidak juga terserah.

Di dunia ini, terlalu banyak hal yang anda hanya bisa menerimanya tanpa pernah menyoal, apalagi membantahnya.

Api memiliki sifat panas dan membakar, anda hanya bisa percaya dan menerima, tidak pernah protes mengapa tidak disebut saja dengan air.

Sebaliknya juga demikian, air yang membeku di sebut dengan salju, anda juga hanya bisa menerima tanpa ada keinginan untuk protes dan mengusulkan agar diberi nama api.

Hewan seperti domba dan yang serupa, makannya rumput, anda juga tidak pernah menyoalnya.

Dan masih banyak lagi, dan diantara yang paling dekat dengan diri anda, ialah nyawa anda.

Anda percaya bahwa anda bernyawa, walaupun anda tidak bisa melihatnya, atau mendengarnya berbicara kepada anda, dan nalar anda juga tidak kuasa untuk menggambarkan hakikat nyawa anda sendiri.

Bukankah demikian sobat?

Ternyata dalam urusan dunia saja banyak hal yang anda percayai tanpa ada keraguan sedikitpun, walau anda belum bisa membuktikannya atau mengetahui alasannya.

Sobat, ketahuilah bahwa hal serupa juga terjadi pada urusan agama.

Terlalu banyak hal dalam agama yang anda hanya bisa percaya, namun mengapa dan bagaimana, sering kali nalar anda belum mampu menangkapnya.

Karena itu wajar bila dalam islam prinsip utama yang harus anda kedepankan ialah semboyan : sami’na wa atho’na.

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Sejatinya jawaban orang-orang beriman bila diseru kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan urusan mereka, mereka hanyalah berkata: kami mendengar dan kami sepenuhnya patuh. Mereka itulah sejatinya orang-orang yang sukses. ( an nuur 51)

nasehat dari ustadz Muhammad Arifin Badri

About these ads

3 thoughts on “Orang Sukses

  1. Mngkn beda mas ranah istilah dengan esensi, kenapa dinamakan air karena kita akrab dgn istilah itu, tentu saudara di daerah lain akrab dgn istilah berbeda, water, Omizu dll. esensi air yang perlu dikaji, air untuk membersihkan, bagaimana esensi membersihkan, lalu air untuk menyucikan, bagaimana tatacara menyucikan dan air sbagai kbtuhan, bgiamana shrusnya mengolah air demi kehidupan. saya rasa itu sderhananya.
    beruntung lah bagi orang yang berakal :)

  2. Memang kadang kala perintah dalam agama ada yang kurang bisa dinalar, sedekah dan zakat misalnya, kok bisa ya dengan mengeluarkan harta akan menambahnya, tapi setelah mikir sejenak dengan sedikit mengaji pasti kita tahu jawabannya.

    Sami’na wa atho’na memang perlu, terutama dalam hal ibadah yang ada aturan fiqih, namun dalam duniawi dan muamalah saya lebih senang bersifat flexible dan kreatif.

    Salam kenal mas, kunjungan balik nih, sorry lama :)

  3. kata-kata memang membuat semuanya tampak rumit, sebenarnya hal di dunai ini semuanya sudah disederhanakan oleh Tuhan namun otak kita memikirkan hal yang kompleks dan mmebuatnya menjadi rumit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s