Sukses Mulia

Ingin menjadi orang yang mulia?
Mulia karena Allah muliakan, bukan kemuliaan semu karena penilaian manusia?

Ini resepnya:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu kepada kedudukan yang mulia. (al Isra: 79)

disadur dari Renungan Al-Qur’an

Advertisements

10 Perkara Yang Sia-Sia, Jauhilah!!

 munajjid

#10 Perkara Yang Sia-Sia, Jauhilah!!#

10 perkara yang sia-sia:

(1) ilmu yang tidak diamalkan,

(2) amal yang tidak ikhlas,

(3) harta yang tidak disedekahkan,

(4) hati yang kosong,

(5) badan yang malas,

(6) cinta yang bertepuk sebelah tangan,

(7) waktu yang dilewatkan,

(8) memikirkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya,

(9) berkhidmat untuk sesuatu yang tidak mendekatkan dirimu pada Allah,

(10) takut terhadap sesuatu yang tidak bisa memberi mudharat dan manfaat kepadamu.

@almonajjid – Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, pengasuh web IslamQA

disadur dari twitulama

Lima perkara, yakinlah dengannya Anda akan tersenyum… :)

images

Lima perkara, yakinlah dengannya Anda akan tersenyum… 🙂

1) Siapa yang meninggalkan sesuatu semata-mata karena Allah, niscaya Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang jauh lebih baik.

2) Jadilah sebagaimana yang Allah inginkan, niscaya hal itu akan menjadi lebih dari apa yang Anda inginkan.

3) Barangkali saja Anda membenci sesuatu, padahal hal itu baik untuk Anda.

4) Siapa yang obsesinya adalah ridha Allah Ta’ala, Allah akan mencukupinya.

5) Sesuai dengan kadar takutmu kepada Allah, seperti itulah manusia akan segan padamu. Dan sesuai dengan kadar kecintaanmu padaNya, demikian pula manusia akan mencintaimu.

disadur dari Status Nasehat

Shalat dan Dosa

251901_545986475419018_1455974287_n
Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya hamba itu jika berdiri untuk shalat, ia membawa seluruh dosanya dan diletakkan di atas kepala dan kedua pundaknya.

Setiap kali ia rukuk atau sujud, maka berjatuhanlah dosa2nya darinya.”

(Dishahihkan oleh al-albany)

قال الرسول : ( إن العبد إذا قام يصلي أتي بذنوبه كلها ، فوضعت على رأسه وعاتقيه ، فكلما ركع أو سجد تساقطت عنه ) صححه الألباني

diterjemahkan oleh Aang Yulius Prihatmoko

Olahraganya Ulama

deporte1

Di zaman modern saat ini dengan pola hidup yang kurang baik dan kita dimanjakan dengan berbagai sarana yang lengkap membuat kita jarang melakukan aktivitas bergerak.  Kendaraan, remote control dan mesin serba otomatis adalah “musuh” utamanya. Demikianlah banyak diungkapkan oleh pakar kesehatan di zaman ini sehingga kampaye kesehatan berupa olahraga rutin kembali digaungkan. Olaharaga yang baik idealnya 3-4 kali selama 30 menit setiap minggu atau jika sangat sibuk mungkin bias satu kali seminggu saja agar bisa hidup sehat. Dan selayaknya kita memang menyempatkan diri untuk berolahraga karena dampaknya pola hidup tidak sehat memeng tidak kita rasakan sekarang akan tetapi akan terasa ketika sudah berumur sekitar 40-an atau 50-an.

Meraih kesehatan dan kebugaran dengan olahraga merupakan cara dengan mengambil “sebab qadari” [yaitu sebab-akibat yang terbukti secara ilmiah dan alami] akan tetapi kita juga perlu mengambil “sebab syar’i” [yaitu sebab-akibat yang disebutkan oleh syariat, misalnya jika ingin dilapangkan rezekinya, maka silaturahmi dan bersedekah dan berdoa]. Bahkan sebaiknya kita jangan terlalu bertumpu kepada “sebab qadari” saja.

Mengenai olahraga malas berolahraga, ada juga yang beralasan dengan ulama atau para ustadz yang sibuk berdakwah sehingga kesannya tidak sempat berolahraga, tapi mereka sehat juga tuh. Akan tetapi ternyata ada juga ulama dan ustadz yang hobi berolahraga. Dan perlu diketahui mereka yang dekat dengan Rabb-nya, menjaga kesehatan dengan sebab syar’i yaitu mereka umumnya bisa lebih menjaga tubuh mereka dari maksiat maka Allah menjaga tubuh mereka dari penyakit dan kelemahan. Sebagaimana hadist,

احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ

Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.[1]

Maka salah satu bentuk penjagaan Allah, jika kita menjaga diri dari maksiat kepada-Nya adalah penjagaan kesehatan.

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata menjelaskan hadist ini,

كان بعض العلماء قد جاوز المائة سنة وهو ممتع بقوته وعقله، فوثب يوما وثبة شديدة، فعوتب في ذلك، فقال: هذه جوارح حفظناها عن المعاصي في الصغر، فحفظها الله علينا في الكبر. وعكس هذا أن بعض السلف رأى شيخا يسأل الناس فقال: إن هذا ضعيف ضيع الله في صغره، فضيعه الله في كبره

 

“Sebagian ulama ada yang sudah berusia di atas 100 tahun. Namun ketika itu, mereka masih diberi kekuatan dan kecerdasan. Ada seorang ulama yang pernah melompat dengan lompatan yang sangat jauh. Kemudian ia diperingati dengan lembut. maka Ulama tersebut mengatakan,

 “Anggota badan ini selalu aku jaga dari berbuat maksiat ketika aku muda. maka, Allah menjaga anggota badanku ketika waktu tuaku.”

Namun sebaliknya, ada yang melihat seorang sudah jompo/ dan biasa mengemis pada manusia. Maka ia berkata,

Ini adalah orang lemah yang selalu melalaikan hak Allah di waktu mudanya, maka Allah pun melalaikan dirinya di waktu tuanya.”[2]

Disempurnakan di Lombok, pulau seribu masjid

4 Jumadil Awal 1433 H, Bertepatan 27  Maret 2012

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com


[1] HR. Tirmidzi no. 2516 dan Ahmad 1/303. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih

[2] Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al-Hambali, hal. 249, Darul Aqidah, cet. Ke-1, 142 H

disadur dari muslimafiyah

Hati Manusia

307521_516203535067176_11988284_n
Hati, punya peran penting dalam kehidupan manusia, hati adalah hakikat kehidupan manusia.
Kalau hati manusia telah mati sebelum jasadnya, maka pada hakikatnya dia bagaikan mayat, walaupun dia berjalan, walaupun dia makan, walaupun dia minum.-Syaikh dr Khalid al Jubair-
د. خالد الجبير |
القلب يؤدي الدور الأهم في حياة الإنسان فهو حياته,وإذا مات قلب الإنسان قبل جسده فهو ميت فعليا حتى ولو كان يمشي ويأكل ويشرب.