Alam Pun, Membantu Yang Taat Dan Enggan Membantu Yang Kufur

#Alam Pun, Membantu Yang Taat Dan Enggan Membantu Yang Kufur#
*Renungan Surat al Kahfi

Bila kita perhatikan cerita para pemuda Ashabul Kahfi yang berlindung dalam gua, ketika salah seorang mereka mengatakan kepada kawan-kawannya yg lain
وَإِذِ اعْتَزَلْتُمُوه­ُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنْشُرْ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ
Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu (al Kahfi: 16)

Apa yang terjadi? Dengan izin Allah, alam semesta pun membantu mereka, matahari pun sedemikian bersinar agar kondisi udara dan suhunya tepat untuk mereka
وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَتْ تَزَاوَرُ عَنْ كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَتْ تَقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ
Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri (al Kahfi: 17)

Tubuh mereka pun terus bergerak –dengan izin Allah- ketika mereka tertidur, agar peredaran darah mereka tetap lancar
وَنُقَلِّبُهُمْ­ ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَالِ ۖ
Dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri (al Kahfi: 18)

==========
Bandingkan kondisinya dengan anak Nabi Nuh yang enggan untuk mengikuti seruan Nabi Nuh alaihissalam agar naik ke perahunya sehingga dia bisa selamat
وَنَادَىٰ نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ
Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir”. (Huud: 42)

Akhirnya, anak Nabi Nuh ini, mencoba mencari-cari perlindungan kepada gunung yang tinggi sehingga dia bisa selamat dari banjir bah yang demikian besar itu. Dia memilih jalan kekufuran dibandingkan jalan keimanan
قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ ۚ
Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menjagaku dari air bah!” (Hud: 43)

Namun, semesta pun enggan membantunya, gunung yang tinggi enggan melindunginya dari terjangan air banjir itu, dan tenggelamlah putra Nabi Nuh, walau ke manapun dia mencoba berlindung.
وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ
Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.­ (Huud: 43)

ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ۗ مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ ۖ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا
Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya,­ maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pembimbingpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. (al Kahfi: 17)

disadur dari ustadz Amrullah Akadhinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s