Nama Baikmu Tergantung Dengan Siapa Engkau Dekat

*Renungan Surat Al Kahfi

Seekor anjing, yang menemani Ashabul Kahfi, Allah abadikan namanya pada al Quran, dalam konteks kebaikan, dalam sebuah cerita perjuangan sehingga ia terus dikenang dalam sejarah, dan dibaca oleh milyaran umat Islam sampai hari kiamat

وَتَحْسَبُهُمْ أَيْقَاظًا وَهُمْ رُقُودٌ ۚ وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَالِ ۖ وَكَلْبُهُمْ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيدِ
Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua (al Kahfi: 18)

Allah ceritakan lagi
سَيَقُولُونَ ثَلَاثَةٌ رَابِعُهُمْ كَلْبُهُمْ وَيَقُولُونَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًا بِالْغَيْبِ ۖ وَيَقُولُونَ سَبْعَةٌ وَثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْ ۚ قُلْ رَبِّي أَعْلَمُ بِعِدَّتِهِمْ
Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: “(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjing nya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: “(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya”. Katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka” (al Kahfi: 22)

Bandingkan dengan orang-orang yang menjadi tentara pengikut Firaun. Walaupun mungkin mereka tak sesombong, sekejam dan sebengis Firaun, namun nama mereka terseret dalam arus kebengisan Firaun sebagaimana mereka terseret dan tenggelam bersama Firaun

فَأَخَذْنَٰهُ وَجُنُودَهُۥ فَنَبَذْنَٰهُمْ فِى ٱلْيَمِّ ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلظَّٰلِمِينَ
Maka Kami hukumlah Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim. (al Qashash: 40)

Maka perhatikan dengan siapa kita dekat, dengan siapa kita mengikut. Kalau kita mengikuti orang-orang yang baik, maka minimal harum wanginya kan tercium oleh kita. Sebaliknya, ketika mengikuti orang-orang buruk, maka hati-hati keburukan dan kebusukannya pun menular kepada kita.

– Amrullah Akadhinta –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s