Kematian

*Yang diyakini pasti datang adalah kematian

Lihatlah apa yang Allah nasehatkan kepada kita untuk menyambut “yang diyakini pasti datang” tersebut…

Allah berfirman,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan beribadahlah kepada Robbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” {QS. Al-Hijr:99}

Asy-Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazaairi berkata berkaitan dengan ayat ini dalam kitab beliau “Aisar At-Tafaasir li Al-Kalaami Al-‘Aliyyi Al-Kabiir”,
“Teruslah beribadah yaitu dengan melaksanakan ketaatan dengan cara tunduk dan patuh kepada Allah ta’ala hingga datang kepadamu sesuatu yang diyakini yaitu KEMATIAN. Karena alam kubur adalah awal kehidupan akherat.”

lihatlah siapa yang tidak kaku tubuhnya akibat kematian?!

fir’aun dia mengaku sebagai tuhan, mati…
qorun dia memiliki harta berlimpah, mati…
abu jahal pemuda gagah pemberani penentang keras dakwah Nabi, mati…

mereka semua mati dalam kekafiran…..dan laknat Allah bagi mereka yang kafir kepadaNya….

lihatlah, kekuasaan tidaklah menyelamatkan. harta tidak pula menyelamatkan, terlebih penentangan yang keras tidak juga menyelamatkan dari datangnya kematian….

*begitu pula para Nabi dan Rosul ‘alayhimushsholaatu wassalaam, mereka wafat..
para syuhada’ perang badar, uhud dan lainnya, wafat..
para sahabat Nabi rodhiyallaahu ‘anhum, wafat..
orang-orang sholeh, mereka wafat…

namun sekali lagi kedua golongan tersebut berbeda, sebagaimana yang dijelaskan dalam postingan kemarin….

Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam beliau bersabda,

مستريح ومستراح منه

“Jenazah ini, kalau bukan mustarih tentu mustaroh minhu.”

Para sahabat pun bertanya, “Wahai Rosulullaah, apakah yang anda maksud dengan mustarih (siapa yang beristirahat) dan mustarih minhu (siapa yang darinya beristirahat)?”

Beliau menjawab, “Hamba mukmin adalah hamba yang mustarih, ia beristirahat dari keletihan dan gangguan dunia menuju rahmat Allah. Sedangkan hamba yang jahat (faajir, pelaku dosa-dosa) adalah hamba yang mustaroh minhu, seluruh hamba, bumi, pohon, dan binatang akan tenang, beristirahat, tidak terganggu lagi olehnya.”

Siapkanlah bekal wahai saudaraku…”Beribadahlah Kepada Robbmu sampai datang kepadamu yang diyakini.”!!

disadur dari status FB Belajar Sholat Wajib Dan Sholat Sunnah Yang Khusyu

One thought on “Kematian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s