Optimalkanlah

Di setiap pagi mentari terbit dan terus berputar untuk selanjutnya di sore hari terbenam. Dan pada waktunya di esok hari sang mentari kembali terbit dan akhirnya terbenam lagi. Demikianlah seterusnya, tanpa bisa anda menghentikannya atau paling kurang menundanya.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, demikianlah seterusnya. Continue reading

Advertisements

Tolok Ukur Dalam Memilih

Saudaraku! Ketika anda sakit, biasanya anda pergi ke dokter untuk berobat. Anda menceritakan keluhan anda dan dokterpun membuat diagnosa penyakit dan dan pengobatannya.
Bila setelah menjalani pengobatan ternyata sakit anda sembuh, biasanya anda segera membuat satu kesimpulan bahwa dokter tersebut bagus, manjur, tepat dll.
Terlebih bila pengalaman ini terulang berkali-kali, bukankah demikian?
Namun sebaliknya bila penyakit anda membandel, dan pengobatan yang ia berikan tidak mendatangkan hasilnya, maka biasanya pula anda membuat kesimpulan bahwa dokternya kurang bagus, tidak manjur atau mungkin juga anda mengumpatnya.
Dan selanjutnya Anda segera mencari dokter lainnya yang lebih mahir.
Pendek kata anda akan berusaha selektif dalam memilih dokter bagi penyakit anda, agar anda tidak menyia2kan uang anda dan kesehatan anda terjaga serta tidak terancam.
Bila demikian sikap anda dengan dokter raga anda, apakah demikian juga sikap anda dengan dokter jiwa anda?
Sudahkah anda selektif dalam urusan agama dan penyakit jiwa anda?
Atau mungkinkah selama ini yang penting anda bertanya dan berguru kepada orang yang telah memikul gelar Pak Kyai, Ustadz, habib, LC, MA, Dr, atau Dai kondang, ulama’……dll?
Tidakkah anda sadari bahwa dokter jiwa anda juga penting bahkan lebih penting dari dokter raga anda?
Bila dalam urusan raga anda mewaspadai dokter gadungan, tentunya dalam urusan jiwa sepantasnya anda mewaspadi ulama’ gadungan, ustadz karbitan atau dai balonan…..
«إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْزِعُهُ مِنْ قُلُوبِ الرِّجَالِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُهُ بِقَبْض الْعُلَمَاءِ فَإِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسَأَلُوهُمْ فَأَفْتَوْهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
Sejatinya Allah tidaklah mencabut ilmu dengan cara langsung mencabutnya dari dada-dada para ulama’, namun Allah mencabutnya dengan cara mewafatkan para ulama’ hingga bila telah tiba saatnya, tdk lagi tersisa seorangpun ulama’ maka masyarakat akan menobatkan orang-orang bodoh sebagai penutan mereka. Panutan-panutan bodoh tersebut ditanya lalu mereka menjawab dengan tanpa dasar ilmu, maka mereka tersesat dan menyesatkan.

Bagaimana dengan diri anda selama ini, sudahkah anda selektif atau anda biasa silau dengan gelar, julukan, atau pengakuan?
Apa tolok ukur anda dalam memilih dokter jiwa anda?
Sekedar Gelar atau dalil dan bukti ucapannya?

disadur dari status Facebook Ustadz Muhammad Arifin Badri

Olahraganya Ulama

deporte1

Di zaman modern saat ini dengan pola hidup yang kurang baik dan kita dimanjakan dengan berbagai sarana yang lengkap membuat kita jarang melakukan aktivitas bergerak.  Kendaraan, remote control dan mesin serba otomatis adalah “musuh” utamanya. Demikianlah banyak diungkapkan oleh pakar kesehatan di zaman ini sehingga kampaye kesehatan berupa olahraga rutin kembali digaungkan. Olaharaga yang baik idealnya 3-4 kali selama 30 menit setiap minggu atau jika sangat sibuk mungkin bias satu kali seminggu saja agar bisa hidup sehat. Dan selayaknya kita memang menyempatkan diri untuk berolahraga karena dampaknya pola hidup tidak sehat memeng tidak kita rasakan sekarang akan tetapi akan terasa ketika sudah berumur sekitar 40-an atau 50-an.

Meraih kesehatan dan kebugaran dengan olahraga merupakan cara dengan mengambil “sebab qadari” [yaitu sebab-akibat yang terbukti secara ilmiah dan alami] akan tetapi kita juga perlu mengambil “sebab syar’i” [yaitu sebab-akibat yang disebutkan oleh syariat, misalnya jika ingin dilapangkan rezekinya, maka silaturahmi dan bersedekah dan berdoa]. Bahkan sebaiknya kita jangan terlalu bertumpu kepada “sebab qadari” saja.

Mengenai olahraga malas berolahraga, ada juga yang beralasan dengan ulama atau para ustadz yang sibuk berdakwah sehingga kesannya tidak sempat berolahraga, tapi mereka sehat juga tuh. Akan tetapi ternyata ada juga ulama dan ustadz yang hobi berolahraga. Dan perlu diketahui mereka yang dekat dengan Rabb-nya, menjaga kesehatan dengan sebab syar’i yaitu mereka umumnya bisa lebih menjaga tubuh mereka dari maksiat maka Allah menjaga tubuh mereka dari penyakit dan kelemahan. Sebagaimana hadist,

احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ

Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.[1]

Maka salah satu bentuk penjagaan Allah, jika kita menjaga diri dari maksiat kepada-Nya adalah penjagaan kesehatan.

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata menjelaskan hadist ini,

كان بعض العلماء قد جاوز المائة سنة وهو ممتع بقوته وعقله، فوثب يوما وثبة شديدة، فعوتب في ذلك، فقال: هذه جوارح حفظناها عن المعاصي في الصغر، فحفظها الله علينا في الكبر. وعكس هذا أن بعض السلف رأى شيخا يسأل الناس فقال: إن هذا ضعيف ضيع الله في صغره، فضيعه الله في كبره

 

“Sebagian ulama ada yang sudah berusia di atas 100 tahun. Namun ketika itu, mereka masih diberi kekuatan dan kecerdasan. Ada seorang ulama yang pernah melompat dengan lompatan yang sangat jauh. Kemudian ia diperingati dengan lembut. maka Ulama tersebut mengatakan,

 “Anggota badan ini selalu aku jaga dari berbuat maksiat ketika aku muda. maka, Allah menjaga anggota badanku ketika waktu tuaku.”

Namun sebaliknya, ada yang melihat seorang sudah jompo/ dan biasa mengemis pada manusia. Maka ia berkata,

Ini adalah orang lemah yang selalu melalaikan hak Allah di waktu mudanya, maka Allah pun melalaikan dirinya di waktu tuanya.”[2]

Disempurnakan di Lombok, pulau seribu masjid

4 Jumadil Awal 1433 H, Bertepatan 27  Maret 2012

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com


[1] HR. Tirmidzi no. 2516 dan Ahmad 1/303. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih

[2] Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al-Hambali, hal. 249, Darul Aqidah, cet. Ke-1, 142 H

disadur dari muslimafiyah

#SeranganJantung

  • 1. Serangan jantung/Heart attack adl kejadian sumbatan di pembuluh darah jantung yg membuat jantung rusak
  • 2. Jantung adalah bagian tubuh yang memompa darah ke seluruh tubuh
  • 3. Bila jantung tidak bekerja» tubuh tidak mendapat darah yg membawa makanan(Oksigen dll) bagi tubuh
  • 4. Bila otak tidak mendapat oksigen selama 3-5menit» sel otak mati» orangnya meninggal
  • 5. Lama kelamaan bagian tubuh selain otak juga akan mati bila tidak mendapat darah
  • 6. Serangan jantung» jantung terganggu fungsinya» bila terganggu parah, jantung bisa berhenti» meninggal
  • 7. Serangan jantung bisa mematikan dengan cepat dalam tempo beberapa menit saja
  • 8. Tidak semua pasien serangan jantung meninggal, bila kerusakan jantung kecil & segera teratasi» selamat
  • 8b. Kematian sering terjadi krn salah kira gejala serangan jantung hanya ‘Masuk Angin'(krn itu disebut angin duduk)
  • 11.Gejala Serangan jantung: 2. Seperti tertindih BEBAN berat di dada, dada terasa seperti penuh
  • 12.Gejala Serangan jantung: 3. Nyeri perut atas yg terus menerus pada org dg Resiko serangan jantung
  • 14. Gejala Serangan jantung: 5. Berkeringat, keringat dingin keluar banyak tanpa sebab, disertai gejala lain
  • 15. Gejala Serangan jantung: 6. Pingsan. Krn gangguan fungsi jantung, Bila terlambat ditangani umumnya fatal
  • 16. Gejala Serangan jantung: 7. Perasaan akan mati. Sering diceritakan oleh pasien yg selamat
  • 17. Gejala Serangan jantung: 8. Mual dan muntah. Mual muntah tanpa sebab yg jelas yg datang bersama gejala lain
  • 18. Gejala Serangan jantung: 9. perasaan lemas tanpa sebab disertai gejala lain
  • 19. Bila gejala2 tadi terjadi BERSAMAAN, Segera telp ambulance atau segera Ke UGD Rumah Sakit!
  • 20. Pilihlah RS yg terbesar & terdekat tempat kejadian agar dapat ditangani secepat mungkin
  • 21. Penanganan yg cepat dan tepat dapat menyelamatkan pasien dari kematian
  • 22. Serangan jantung bisa dicegah dg mencegah terjadinya plak pembuluh darah jantung
  • 22b. Plak pembuluh darah jantung inilah yg bila terlepas bisa menyebabkan serangan jantung
  • 23. Faktor resiko terjadinya plak pembuluh darah/serangan jantung: umur pria>45th, umur wanita>55th
  • 23b. Serangan jantung saat ini terjadi pd umur makin muda krn adanya gaya hidup tidak sehat, kegemukan & diabetes
  • 24. Faktor resiko terjadinya serangan jantung: Rokok» merokok aktif maupun pasif dalam jangka lama
  • 24b. Asap Rokok merusak pembuluh darah jantung krn itu menyebabkan timbulnya plak
  • 25. Faktor resiko terjadinya serangan jantung: diabetes yg tidak terkontrol
  • 26. Faktor resiko terjadinya serangan jantung: hipertensi/tekanan darah tinggi yg tidak terkontrol
  • 27. Faktor resiko terjadinya serangan jantung: kolestrol LDL dan TriGliserid yang tinggi
  • 28. Faktor resiko terjadinya serangan jantung: Obesitas/kegemukan
  • 29. Faktor resiko terjadinya serangan jantung: stres» stres yg lama merusak tubuh
  • 30. Faktor resiko terjadinya serangan jantung: penggunaan ekstasi dan kokain» menyempitkan pembuluh darah
  • 31. Faktor resiko terjadinya serangan jantung: riwayat keluarga dengan Serangan jantung
  • 32. Sebaiknya waspada dan segera mengubah gaya hidup bila mempunyai faktor resiko serangan jantung
  • 33. Bila tidak merubah gaya hidup, bisa terjadi serangan jantung KAPANPUN, yg bisa berkomplikasi:
  • 34. Komplikasi serangan jantung: lemah/gagal janbtung, bocor jantung, katub jantung jebol, masalah irama jantung
  • Semoga kita semua terlindung dari serangan jantung diumur kurang dari 80 tahun, aamiiin..:)
    Sumber ilustrasi gambar: http://bit.ly/Tayb1m