Keburukan dan Kebaikan

561477_495057517181778_366289842_n
Kalau Allah menurunkan satu keburukan untukmu, tapi keburukan tersebut menjadikanmu semakin dekat dengan Allah, maka sejatinya hal tersebut adalah nikmat yang turun dalam bentuk musibah.
Kalau Allah menurunkan padamu satu kebaikan, namun kebaikan itu membuatmu semakin jauh dari Allah, maka sejatinya hal tersebut adalah musibah yang turun dalam bentuk nikmat.
-Syaikh Dr Abdul Aziz At Tharifi-
إذا أنزل الله بك ضراً فقرّبك من الله فهو نعمة في صورة نقمة، وإذا أنزل عليك نعمة فأبعدتك عن الله فهي نقمة في صورة نعمة.

Sembunyikanlah Kebaikanmu Sebagaimana Engkau Menyembunyikan Keburukanmu

Berkata Abu Hazim Salamah bin Dinar :

“Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga).” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman no 6500).

 Basyr bin Al Harits berkata, “Janganlah engkau beramal agar engkau disebut-sebut, sembunyikanlah kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukanmu.

Dari Yazid bin Abdullah bin asy-Syikhkhir, dia menceritakan bahwa ada seorang lelaki yang bertanya kepada Tamim ad-Dari, “Bagaimana sholat malammu?”. Maka beliau pun marah sekali, beliau berkata, “Demi Allah, sungguh satu raka’at yang aku kerjakan di tengah malam dalam keadaan rahasia itu lebih aku sukai daripada aku sholat semalam suntuk kemudian hal itu aku ceritakan kepada orang-orang.” (lihat Ta’thirul Anfas, hal. 234)

Artikel: www.kisahislam.net