Saudaraku, jangan tinggalkan doa ini…

Saudaraku, sungguh kita sangat membutuhkan pertolongan dan bantuan Allah dalam setiap urusan kita..sungguh kita sangat lemah dan mudah terpedaya tanpa penjagaan Allah..maka janganlah malas, lesu dan bosan untuk selalu bermunajat kepada Allah..berdoalah..sampaikanlahapa pun keinginan dan harapan kita hanya kepada Allah jangan kepada selain-Nya…

Saudaraku, janganlah memohon bantuan dan kebutuhan kita kepada orang-orang yang sudah mati..janganlah meminta sesuatu dari urusan kita kepada Allah melalui mereka yang ada di alam kubur..janganlah meminta tolong dan bantuan kepada para jin..berdoalah langsung hanya kepada Allah semata agar engkau tak celaka di dunia dan di akhirat kelak… Continue reading

Advertisements

Hiburan Bagi Jiwa Yang Gelisah

306225_10200740491771561_493319217_n
Tidaklah heran jika seorang hamba ketika ingin menginginkan sesuatu maka mereka berdo’a kepada Allah azza wa jalla, mereka pun selalu berdoa kepada Allah sebagai wujud ketauhidan mereka yang lurus, Allah berfirman,إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُإِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ”Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan kepada hanya Engkaulah kami meminta pertolongan”. (QS. al-Fatihah: 5) Continue reading

ZINA ADALAH HUTANG, DAN TEBUSANNYA ADA PADA KELUARGAMU SENDIRI

Saudaraku! Tahukah anda mengapa orang tega menipu orang lain?
Atau mengapa ada orang yg tega memerkosa putri orang lain?
Atau mengapa ada orang tega mencuri harta orang lain?
Atau mengapa ada lelaki yg sampai hati menggoda istri orang lain?
Atau barang kali mengapa kadang kala anda juga tega mencuri pandang istri orang lain?
Sejatinya semua itu terjadi krn suatu alasan yg sederhana dan sepele sekali.
Anda ingin tahu?
Simaklah kisah berikut:
Suatu hari ada pemuda yg datang kepda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, lalu ia berkata : Ya Rasulullah, izinkanlah aku untuk berzina.
Sepontan para sahabat menghardiknya.
Namun tdk demikian dng Rasulullah, beliau tenang, dan dng penuh kehangatan dan kasih sayang beliau meminta pemuda itu agar mendekat.
Setelah pemuda itu mendekat, beliau bertanya: apakah engkau rela bila perbuatan zina menimpa ibumu?
Tanpa pikir panjang pemuda itu menjawab: tentu tidak ya Rasulullah.
Rasulullah menimpali jawaban pemuda itu dengan bersabda: demikian pula orang tidak rela zina menimpa ibu2 mereka.
Kembali Rasulullah bertanya: apakah engkau rela bila zina menimpa putrimu.
Lagi2 pemuda itu berkata : tidak Ya Rasulullah.
Kembali Rasulullah menimpali jawaban pemuda itu dng berkata : demikian juga orang lain tdk rela bila zina menimpa putri2 mereka.
Kembali beliau bertanya : relakah engkau bila zina menimpa saudarimu?
Kembali pemuda itu menjawab : tidak ya Rasulullah.
Beliau menimpali lagi: demikian juga orang lain tdk rela bila zina menimpa saudari2 mereka.
Sekali lagi beliau bertanya : apakah engkau rela bila zina menimpa bibikmu?
Pemuda itupun kembali menjawab : tidak Ya Rasulullah.
Tak hentinya Rasulullah menimpali jawabannya dengan bersabda: demikian juga orang lain tdk rela bl zina menimpa bibik2 mereka.
Selanjutnya Beliau mengusap dada pemuda itu dan berdoa:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ، وَحَصِّنْ فَرْجَهُ
Ya Allah ampunilah dosa pemuda ini, sucikan jiwanya dan bentengilah kemaluannya. ( ahmad dll)
EGO, SEMAU GUE, itulah biangnya.
Andai anda berpikir ulang sebelum memandangi istri orang lain dan berkata: bagaimana perasaanku bila menyaksikan ada lelaki lain yg dng penuh nafsu memandangi istriku ?
Saudaraku, dahulu orang bijak berpetuah : ZINA ADALAH HUTANG, DAN TEBUSANNYA ADA PADA KELUARGAMU SENDIRI.

disadur dari status Facebook Ustadz Muhammad Arifin Badri

#Bahkan Doa Iblis Bisa Terkabul#

*Renungan Al Quran

Bahkan Iblis, ketika berdoa kepada Allah, Allah kabulkan. Iblis berdoa memohon kepada Allah:

قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan”. (Shad: 79)

Dan Allah pun memblas doa Iblis,

قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ
Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh” (Shad: 80)

Maka mengapa kita berputus asa dari berdoa kepadaNya?

sumber: Amrullah Akadhinta

Doa Dalam Kesendirian

Allah mencintai doa dalam kesendirian. Karena orang yang berdoa sendiri kepada Allah, pastilah meyakini bahwa Allah dekat dengannya.”Berdo`alah kepada Tuhan kalian dengan berendah diri dan suara yang lembut”. (QS. Al-A’raf: 55)

يُحب الله دعاء الخفاء، لأنه لا يُناجيه منفرداً إلا من هو موقن بقربه ..
(ادعوا ربكم تضرعاً وخفية)

Tergesa-Gesa dalam Berdoa

يستجاب لأحدكم ما لم يعجل يقول دعوت فلم يستجب ل

Do’a masing-masing kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa, yaitu dengan berkata, “Saya sudah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan.”
(H.R. Bukhari)

Pada umumnya, setiap orang yang memiliki permasalahan, ia akan memanjatkan doa kepada Allāh. Ada yang doanya rutin, ada pula yang hanya berdoa ketika masalah datang menjepitnya semata. Dalam kondisi terjepit, ia baru berdoa dan tergesa-gesa ingin agar doanya segera dikabulkan. Sebagaimana disinggung dalam hadits di atas, bentuk ketergesa-gesaan dalam berdoa adalah dengan mengatakan, “Saya sudah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan.” Padahal, sikap tergesa-gesa seperti ini, justru membuat doanya bisa tidak dikabulkan.

Berdoa kepada Allah membutuhkan kekhusyukan hati, sedangkan kekhusyukan tidak bisa digapai dengan sifat ketergesa-gesaan. Dalam Ṣaḥīḥ Muslim, Rasulullāh ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يزال يستجاب للعبد ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم ما لم يستعجل قيل يا رسول الله ما الاستعجال ؟ قال يقول قد دعوت وقد دعوت فلم أر يستجيب لي فيستحسر عند ذلك ويدع الدعاء

Doa seorang hamba akan senantiasa terkabul selama ia tidak berdoa untuk kemaksiatan, atau untuk memutus silaturahmi, dan tidak tergesa-gesa.

Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullāh, bagaimanakah bentuk ketergesa-gesaan yang dimaksud?

Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Hamba tadi berkata, “Aku telah berdoa. Sungguh, aku telah berdoa. Namun, Allāh belum juga mengabulkan doaku.”

Ia merasa jenuh dan letih, lalu akhirnya meninggalkan doa.

Dalam Musnad Amad, dari Anas raḍiyallāhu ‘anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullāh ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَزَالُ الْعَبْدُ بِخَيْرٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يَسْتَعْجِلُ قَالَ « يَقُولُ دَعَوْتُ رَبِّى فَلَمْ يَسْتَجِبْ لِى

“Seorang hamba akan senantiasa berada dalam kebaikan selama ia tidak tergesa-gesa.

Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullāh, bagaimana bentuk ketergesa-gesaannya?

Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Hamba tersebut mengatakan, “Aku telah berdoa kepada Rabb-ku, tetapi dia belum mengabulkan permohonanku.”

Akhirnya, Semoga tulisan ringkas ini bisa menjadi nasehat, dan semoga kita semua diberikan kekhusyukan hati dalam berdoa kepada Allāh ta’ālā.

disadur dari artikel pemuda muslim