Cintailah Kebaikan Untukmu dan Saudaramu

Cintailah Kebaikan Untukmu dan Saudaramu

Oleh: Ari Wijayanto

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak beriman salah seorang diantara kalian (dengan keimanan yang sempurna) sehingga ia mencintai (kebaikan) untuk saudaranya sebagaimana ia mencintai (kebaikan) untuk dirinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Siapakah orangnya yang tidak menginginkan kebaikan? Masing-masing kita pasti menginginkan kebaikan bagi diri kita sendiri, baik pada saat ini maupun yang akan dating. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita juga menginginkan kebaikan itu didapatkan oleh orang lain ataukah tidak? Bagaimanakah seseorang itu mencintai kebaikan bagi dirinya dan bagi saudaranya, sehingga ia mendapatkan kesempurnaan iman sebagiamana disebutkan dalam hadits di atas? Melalui tulisan ini kami ingin menguraikan makna hadits di atas dengan disertai penjelasan dari para ulama, semoga dapat menjadi motivasi bagi kita dalam mengamalkan kebaikan sebagaimana pelajaran yang terkandung dalam hadits tersebut. Continue reading

Advertisements

Ujian

Ujian itu tanda keimanan, siapa yang tidak pernah diuji, maka coba koreksi lagi keimanannya.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji ?” (al ‘Ankabut: 2)

الابتلاء علامة على الإيمان، ومن لم يُبتل فليُراجع إيمانه .
(أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا آمنا وهم لا يفتنون)

Menguatkan Rasa Percaya Kepada Allah

Hadits yang sangat agung yang menguatkan keimanan…
Menguatkan rasa percaya kepada Allah…
Menguatkan ketergantungan hati kepadan Sang Pencipta…

“Jagalah (aturan) Allah, niscaya Allah kan menjagamu”

Siapa yang membacanya, merenunginya dan beramal dengannya…
Allah pasti cukupkan dia…
-Syaikh Nabil al Awadhy-